#4 Aku Tak Tenang

Suara Motor Itu..


Sumber: brilio.net

Suara motor itu..
Semakin terdengar..
Engkau abaikan sapanya
(waduh.. kok malah nyanyi, btw gambarnya gitu banget sih sin)

Hai, guys. Ketemu lagi..
Walaupun gambarnya dilan, aku gak akan membahas ataupun review film dilan wkwk. Setelah kemarin kita belajar bareng tentang media dan jurnalisme, sekarang aku mau menceritakan apa yang kualami minggu lalu. Suatu peristiwa yang membuat emosi meluap, tidak tenang, juga bikin pusing kepala. Adapun yang terjadi adalah “Konvoi Kendaraan saat Kampanye Politik”

Sebelumnya, apa itu kampanye politik?
Kampanye politik adalah serangkaian usaha terencana untuk mengkomunikasikan kepada khalayak tentang partai ataupun kandidat yang akan bertarung di pesta demokrasi, baik di tingkat daerah maupun pusat. Yang mana hal tersebut dilakukan oleh seseorang, kelompok yang terorganisir, bisa juga dari partai politik. Wow, berarti kampanye baik dong. Lalu, apa yang salah? Kampanye politik diselenggarakan menjelang pemilihan umum, baik memilih siapa yang duduk di lembaga legisatif maupun lembaga eksekutif negara. Untuk menyambut “pesta demokrasi” tersebut, banyak pihak, terutama kandidat, akan melakukan kampanye yang menarik perhatian serta dapat menyampaikan pesan di dalamnya (dalam arti lain bisa meraup suara banyak di pemilu).

Sumber: magelang.sorot.co

Tepatnya pada tanggal 31 Maret 2019, di Kota dan Kabupaten Magelang, terlaksana kampanye dengan praktiknya adalah konvoi kendaraan. Konvoi dari salah satu partai politik ini dikawal oleh satuan polisi. Konvoi atau iring-iringan motor, apalagi saat kampanye mungkin sudah sangat umum. Namun jika sudah terjadi sejak lama, masih saja banyak orang yang terganggu (termasuk aku) dengan suara knalpot motor yang tentu saja berjumlah banyak. Selain itu, pengendara yang mengikuti kampanye juga tidak menggunakan helm. Membuat penduduk yang rumahnya dilewati oleh pasukan konvoi merasa semakin resah, “Kok ya gak ditegur to?”

Dilansir dari kompas.com, Pihak polisi dan partai politik sudah berupaya agar massa tidak membuat resah. Namun apalah daya, susah untuk mengendalikan massa yang begitu banyak untuk menaati aturan (minimal tertib berkendara). Partai juga akan mengeluarkan surat peringatan kepada oknum-oknum yang konvoi menggunakan knalpot yang tidak sesuai dan tidak mematuhi aturan berkendara. jadi, buat kalian (buat aku juga), pihak yang berwenang udah melakukan upaya kok. ya, emang belum terasa sih efeknya. Masih sakit hati ama kepala loh ini :(

Saranku, lebih baik mengadakan kampanye dengan cara lebih tenang, misalnya konvoi sepeda. Selain tidak berisik, juga menggerakkan masyarakat agar mengurangi pemakaian kendaraan bermotor. Karena jika diingat, tujuan kampanye adalah mengenalkan siapa yang akan menjabat, yang menjadi wakil rakyat, ataupun yang akan menjadi pemimpin. Dan hal yang harus dilakukan oleh pelaku kampanye adalah menarik perhatian masyarakat.

Disini aku hanya beropini ya guys. Jika ada kritik, saran, ataupun yang mau “sambat” silahkan tulis di kolom komentar yup.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer